Orang tua seringkali menemukan coretan anak di dinding, wajah penuh lipstik, cat berceceran di baju, lantai, dan perabotan rumah. Ketika mengetahui ulah corat-coret itu, sebagian orang tua kerap merasa kesal. Terlebih jika tembok baru saja dicat ulang.

Kendati kesal, bukan berarti Anda harus marah. Sesungguhnya kekacauan itu disebabkan proses kreatif anak yang terus berkembang. Dinding bisa dicat ulang, lantai bisa dibersihkan, namun proses belajar tidak bisa tergantikan.

Tidak seperti orang dewasa, kebanyakan balita dan anak pra-sekolah tidak betul-betul menyadari apa yang mereka lakukan atau fokus membuat sebuah produk. “Hal ini terkadang sulit diterima orang tua,” kata Lisa Ecklund-Flores, salah satu pendiri dan Direktur Eksekutif Sekolah Musik dan Seni Church Street di New York.

Membiarkan dan memungkinkan anak untuk menikmati proses penciptaan, besar manfaatnya. Mengapa bakat seni anak, termasuk mencoret-coret dinding, perlu diasah? Lisa menjabarkan, dengan mengembangkan bakat seni anak, secara tidak langsung Anda membantu mereka meningkatkan kecerdasan mental, sosial, dan emosional mereka. Berikut lima manfaat yang diperoleh anak dari kegiatan mencoret-coret:

1. Melatih motorik halus

Menurut Institut Kesehatan Nasional Amerika, perkembangan anak usia 3 tahun harus mencakup menggambar lingkaran dan mulai menggunakan gunting khusus anak. Sekitar usia 4 tahun, anak-anak mungkin dapat menggambar persegi dan mulai memotong garis lurus dengan gunting.

Gerakan dalam proses mencoret, misalnya menggenggam kuas, krayon, atau spidol, sangat penting untuk pertumbuhan keterampilan motorik halus. Semakin sering berlatih mencoret, kemampuan menggenggam alat tulis anak semakin baik. Hal ini menguntungkan ketika anak mulai belajar menulis di sekolah.

2. Menambah kosakata

Untuk anak yang baru belajar bicara, mencoret-coret memberikan kesempatan untuk mengenal kata-kata tentang warna, bentuk, dan tindakan. Misalnya, orang tua dapat melakukan aktivitas sederhana seperti membuat gambar lingkaran lalu menyebutnya bola. Ketika mulai lancar berbicara, anak bisa diminta mendeskripsikan bentuk, warna, dan maksud gambarnya.

3. Membuat keputusan

Dalam mencoret-coret dinding, anak belajar membuat keputusan, misalnya dalam menentukan bentuk apa yang akan digambarnya, lalu memilih warna. Pengalaman membuat keputusan dan pilihan dalam perjalanan menciptakan karya seni merupakan proses yang menyenangkan.

“Ketika mereka menjelajahi dunia khayalan, berpikir, bereksperimen, dan mencoba ide-ide baru, kreativitas anak memiliki kesempatan untuk berkembang,” kata Mary Ann Kohl, seorang pendidik seni dan penulis sejumlah buku tentang pendidikan seni anak-anak, termasuk First Art for Toddlers and Twos: Open-Ended Art Experiences.

4. Meningkatkan fokus

Saat ini banyak restoran yang menyediakan kertas dan alat gambar bagi pengunjung anak-anak. Kegiatan mencoret-coret akan melatih anak untuk fokus pada satu kegiatan. Dengan fokus pada kegiatan menggambar, acara makan bisa berjalan lebih lancar karena anak betah duduk diam di bangkunya. Kemampuan untuk fokus juga sangat bermanfaat ketika anak duduk di bangku sekolah kelak. Mengembangkan kemampuan berinovasi.

5. Berpikir Inovatif

Ketika anak-anak didorong untuk mengekspresikan diri dan mengambil resiko dalam menciptakan seni, mereka mengembangkan kemampuan berinovasi yang penting dalam kehidupan mereka saat dewasa. “Masyarakat saat ini membutuhkan seseorang yang mampu berpikir maju dan inventif, bukan orang-orang yang hanya bisa mengikuti arah,” kata Kohl. “Seni adalah cara untuk mendorong proses dan pengalaman berpikir serta membuat hal-hal yang lebih baik,” tegasnya.