Sekarang, dengan teknologi kita dapat dengan mudah mengamati bintang. Jika diamati tanpa bantuan alat, bintang terlihat kecil, namun sebenarnya merupakan benda angkasa yang besar dan memiliki sumber energi sendiri.

Buku ‘Sains berbasis Alquran’ menjelaskan, cahaya bintang dapat mencapai bumi dengan menempuh waktu ribuan tahun cahaya. Tak heran jika ada bintang yang sudah musnah namun cahayanya terlihat sampai ke Bumi.

Jika satu detik cahaya sama dengan jarak tempuh 300.000 kilometer, maka satu jam saja cahaya sudah ditempuh jarak sejauh 1.080.000.000 kilometer. Perjalanan cahaya bintang menembus ruang angkasa telah diterangkan dalam salah satu ayat Alquran.

“(Yaitu) bintang yang cahayanya menembus,” Surah Ath-Thariq Ayat 3.

Kata Ats-tsaqib berasal dari kata tsabaqa yang artinya menembus atau melubangi.

Cahaya bintang terjadi karena pancaran sinar gamma yang dihasilkan oleh reaksi fusi inti bintang. Radiasi tersebut kemudian dipancarkan ke permukaan bintang sehingga bertumbukan dengan material yang ada dalam bintang. Ketika radiasi tersebut menembus bagian luar bintang, sebagian energinya menjadi berkurang, dan gelombangnya berubah menjadi cahaya tampak. Energi cahaya yang dipancarkan bintang masih cukup besar, sehingga dapat menembus ruang angkasa dan sampai ke Bumi.