Al Quran merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan 14 abad lalu. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penjelasan di dalam Al Quran mulai terbukti kebenarannya secara sains.

Salah satunya adalam hujan. Tahukah Anda, diperkirakan sebanyak 16 ton air di Bumi menguap setiap detiknya. Jumlah tersebut sama dengan jumlah air yang turun ke Bumi setiap detiknya. Hal ini menunjukkan bahwa hujan bersirkulasi dalam kadar yang seimbang menurut ukurannya.

Dalam Surat Az-Zukhruf Ayat 11, hujan disebutkan sebagai air yang turun dalam ukuran tertentu.

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur),” Surat Az-Zukhruf Ayat 11.

Air hujan jatuh dalam kecepatan dan kadar tertentu. Seperti diketahui, ketinggian minimum awan adalah 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian tersebut, sebuah benda yang memiliki ukuran dan berat sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558 km/jam.

Objek yang jatuh dengan kecepatan ini akan mengakibatkan kerusakan. Apabila hujan turun dengan cara demikian, maka lahan akan hancur, termasuk pemukiman, dan kendaraan. Kita pun tidak dapat pergi keluar rumah tanpa mengenakan alat pelindung.

Jika gambaran perhitungan di atas mengacu pada ketinggian 12.000 meter. Faktanya, ada awan yang memiliki ketinggian sekitar 10.000 meter. Sebuah tetesan hujan yang jatuh pada ketinggian ini akan jatuh pada kecepatan yang lebih merusak.

Namun kenyataannya, dari ketinggian berapa pun hujan itu turun, kecepatan rata-ratanya hanya sekira 8-10 km/jam ketika mencapai tanah. Adanya ‘keistimewaan’ tetesan hujan ini dikarenakan efek gesekan atmosfer yang mempertahankan laju tetesan-tetesan hujan pada batas kecepatan tertentu.

Tidak hanya itu, hujan yang turun umumnya tidak dalam bentuk es. Padahal, dalam ketinggian lapisan atmosferis atau tempat terjadinya hujan, memungkinkan temperatur yang sangat rendah. Meskipun demikian, tetesan-tetesan hujan tidak berubah menjadi partikel es yang membahayakan makhluk hidup di Bumi.