Menjelang ujian, kita membaca setumpuk buku, menghabiskan berjam-jam waktu berkutat dengan buku-buku tersebut. Namun, apakah hal itu efektif dan mampu membuat kita memahami apa yang tengah dipelajari? Sebenarnya belajar efektif untuk ujian dan Ujian Nasional (UN) itu bagaimana, sih?

Selama ini, seringkali kita rela begadang ketika belajar, terutama menjelang ujian. Juga menumpuk banyak buku yang harus dibaca karena dirasa bisa membantu dalam memahami suatu topik. Terlihat jelas bahwa kita berusaha keras banget dalam belajar. Seperti dikemukakan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, cara belajar yang sering dilakukan selama ini, seperti membaca banyak buku di tempat yang sama selama berhari-hari, menghabiskan waktu berjam-jam untuk berkonsentrasi memahami satu topik, ternyata enggak menjamin kita bisa memahami materi tersebut untuk waktu yang lama.

Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh National Survey of Student Engagement di Amerika tahun 2012 lalu. Penelitian tersebut menemukan rata-rata siswa belajar 15 jam per minggu, di luar jam belajar sekolah. Dari penelitian tersebut juga ditemukan bahwa enggak selamanya waktu sebanyak itu berhasil membuat kita sukses dalam belajar. Penemuan lainnya, ternyata enggak ada kaitan antara lamanya kita belajar dengan hasil yang didapatkan. Yang terpenting adalah, bagaimana cara belajar kita. Ada 12 cara belajar efektif yang bisa kita coba terapkan, mari kita simak.

#1 Berlatih menjawab soal


Salah satu cara mudah untuk memahami materi yang tengah dipelajari adalah dengan berlatih menjawab soal, terkait materi tersebut. Cara ini juga bisa digunakan untuk merasakan kira-kira seperti apa suasana ujian nantinya. Latihan menjawab soal juga membantu untuk mencaritahu sudah sejauh mana materi yang kita pahami. Ketika nantinya menghadapi ujian yang sesungguhnya, kita bisa merasa sedikit lebih santai dan lebih percaya diri. Akibatnya, kita jadi enggak terlalu panik lagi, deh.

Begitu selesai menjawab satu soal, cari tahu jawaban dan penjelasan tentang soal tersebut. Bisa juga dengan menjawab beberapa soal sekaligus, terkait dengan satu materi, sehingga kita bisa memahami lebih jelas lagi.

Tips dari teman:

“Persiapan yang aku lakukan itu sering-sering bahas soal supaya lebih ngerti aja jenis pengaplikasian soalnya kayak apa. Sering-sering aja bahas soal tahun sebelumnya, bisa juga dengan menjawab soal yang ada di internet. Tapi, jangan serius banget, sesekali kita juga butuh santai.” Amanda Nur Amalia, 16 tahun. Kelas X SMAN 35 Jakarta

#2 Tanya Jawab Sendiri

Selain menjawab pertanyaan yang sudah ada, kita juga bisa membuat pertanyaan sendiri, lho. Dan, kita juga yang menjawabnya. Psikolog dari Universitas Louisville, Keith Lyle, mengungkapkan bahwa siswa yang aktif mengembangkan pertanyaan dari materi yang dibacanya akan mendapat hasil ujian lebih baik. Beliau menyarankan, untuk lebih memahami suatu topik, ketika kita membaca informasi terkait topik tersebut, kembangkan pertanyaan seputar hal itu.

#3 Belajar Dari Banyak Sumber

Untuk bisa memahami suatu materi, hindari belajar dari satu sumber saja. Menggunakan beberapa media ketika mempelajari sesuatu dapat menstimulasi otak sehingga kita lebih mudah dalam mencerna suatu informasi. Beberapa media ini misalnya membaca buku pelajaran, membaca catatan yang kita buat ketika guru tengah menerangkan pelajaran, mencari informasi tambahan secara online, menonton video terkait topik yang dipelajari, memahami ilustrasi yang merangkum informasi tersebut dan saling tanya jawab dengan teman.

Hal ini memang enggak mungkin kita lakukan di satu waktu sekaligus, tetapi bisa diakali dengan menggunakan metode berbeda setiap kali belajar. Misalnya, hari ini dengan membaca buku pelajaran, besok belajar lagi dengan cara menonton video dan seterusnya.

#4 Beberapa Subjek Dalam Satu Hari

Tentunya ada alasan kenapa kita harus belajar beberapa mata pelajaran dalam satu hari ketika di sekolah. Ternyata, hal ini dapat diaplikasikan dalam proses belajar di rumah. Alih-alih fokus belajar satu subjek selama beberapa jam, lebih baik membagi jam tersebut untuk belajar beberapa subjek. Ketika menyerap informasi yang sama dalam rentang waktu yang lama, kita cenderung jadi mudah bingung sehingga ujung-ujungnya lupa dengan apa yang dipelajari. Dengan belajar sedikit demi sedikit dan menyerap informasi berbeda, otak punya waktu lebih untuk mencerna apa yang sedang dipelajari.

Misalnya, kita harus menghadapi ujian Matematika, Sejarah, dan Ekonomi. Untuk itu, kita bisa belajar setiap subjek setiap hari, sedikit demi sedikit ketimbang belajar Matematika saja di hari Senin, lalu besoknya Sejarah, dan besok lusa Ekonomi.

#5 Review Bertahap

Begitu kita mempelajari informasi terbaru, penting banget untuk me-review ulang informasi tersebut keesokan harinya. Cara paling tepat adalah review berkali-kali karena hal ini membantu dalam memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Jadi, begitu tiba saatnya ujian, kita enggak perlu kelabakan lagi, deh. Cukup baca sekilas, maka otak akan mengingat lagi apa yang sudah di-reviewsebelumnya.

Review ini enggak pelu dilakukan setiap hari. Lakukan secara berkala, sehingga terbentuk sebuah rutinitas. Misalnya,review pertama satu hari setelah mendapatkan informasi, review kedua tiga hari setelahnya,review ketiga 3 hari setelah review kedua, dan selanjutnya.

#6 Kurangi Multitasking

Multitasking enggak selamanya memberikan efek positif. Multitasking bisa membuat kita kurang produktif dan lebih mudah terpengaruh oleh gangguan. Belajar yang efektif seharusnya adalah fokus mengerjakan satu hal dalam satu waktu. Kurangi chattingdengan teman, menonton TV, atau ngecek medsos ketika sedang belajar. Agar enggak tergoda, matikan notifikasi hape dan enggak membuka website yang mampu mengalihkan perhatian dari materi yang tengah dipelajari.

#7 Tulis Tangan

Di masa sekarang, keberadaan laptop dan smartphone memang mempermudah kita dalam mendapatkan informasi. Saat ini, kita juga lebih sering menggunakan gadgetdalam mencatat sesuatu dan mulai mengurangi kebiasaan menulis dengan tangan. Sebenarnya, menulis tangan membuat kita mampu mengingat sesuatu lebih lama, lho. Termasuk, dalam mengingat materi yang sudah dipelajari sehingga kita pun cenderung lebih gampang dalam memahami materi tersebut.

#8 Kaitkan Dengan Hal Yang Disuka

Kadang, ada kalanya kita sulit memahami sesuatu karena enggak tertarik dengan hal tersebut. Namun, bukan berarti kita enggak bisa mempelajarinya. Henry Roediger III dan Mark A. McDaniel, dalam bukunya yang berjudul Make It Stick: The Science of Successful Learning, menjelaskan bahwa salah satu cara agar kita bersemangat dalam belajar adalah dengan mengaitkan pelajaran tersebut dengan hal yang kita suka atau hal yang terlihat menyenangkan.

Misalnya, buat penyuka film perang, kita bisa membayangkan sel darah putih seperti sepasukan tentara yang menjaga tubuh kita dari penyakit-penyakit yang kita ibaratkan sebagai musuh. Atau ketika belajar tentang Inggris, kita bisa berandai-andai sedang jalan-jalan di negara tersebut bareng One Direction.

Tips dari teman:

“Menjelang UN, aku takut banget kalau apa yang sudah aku pelajari selama ini ternyata enggak keluar pas ujian. Apalagi waktu aku ikut UN SMP, kelulusan ditentukan oleh nilai, yaitu rata-rata 7,1. Tapi, aku mengatasinya dengan berusaha bersikap optimis dan yakin sama diri sendiri. Aku mencoba untuk enggak terlalu merasa takut dan berusaha untuk santai karena kalau kita panik, yang ada malah bikin kita makin kesulitan waktu menjawab soal tersebut.” Maulina Aisyah, 16 tahun. Kelas 11 IPS SMA Budi Mulia

#9 Pahami, Bukan Menghafal

Untuk beberapa pelajaran tertentu, biasanya pelajaran sosial, kita cenderung menghafal pelajaran tersebut. Padahal yang seharusnya dilakukan adalah memahami materi, bukan menghafal. Jika hanya menghafal, besar kemungkinan kita akan cepat lupa. Ketika membaca materi, cari tahu garis besar masalahnya dan pahami apa yang melatar belakangi kejadian tersebut. Kita juga bisa mencoba metode mind-mapping agar lebih mudah dalam memahami suatu informasi.

#10 Ajari Orang Lain

Jika ada teman yang enggak mengerti dengan suatu pelajaran dan meminta kita untuk mengajarinya, ini adalah kesempatan baik yang enggak boleh disia-siakan. Dengan mengajarkan hal tersebut pada orang lain, sama artinya dengan melatih kembali apa yang sudah kita pelajari selama ini. Terkadang, kita akan kaget sendiri dengan informasi baru yang ditemukan ketika tengah mengajar ini. Ternyata, mengajari orang lain selama lima menit saja sama hasilnya dengan belajar sendiri selama satu jam, lho.

#11 Istirahat Teratur

Salah satu kesalahan yang tanpa sengaja sering kita lakukan adalah belajar terus menerus tanpa mengenal waktu istirahat. Padahal, tubuh juga butuh istirahat. Tubuh yang lelah akan membuat kita lebih sulit berkonsentrasi dan otak akan merasa kesulitan mencerna informasi baru. Dengan mengizinkan tubuh untuk beristirahat, kita bisa lebih fokus ketika melanjutkan belajar setelah beristirahat. Sebaiknya, setelah belajar selama 40 menit, beri waktu untuk istirahat selama 5-10 menit. Agar enggak kebablasan, pasang alarm sebagai pengingat agar kita segera beristirahat.

Tips dari teman kita:

“Sebelum UN, sudah pasti kita belajar. Tapi menurutku, penting juga untuk punya waktu santai sebelum ujian. Misalnya untuk melakukan hobi. Jadi, seminggu sebelum UN, aku sudah enggak belajar terlalu banyak lagi. Paling cuma baca-baca aja dan aku selingi dengan menonton TV. Biar enggak stres. Kalau otak kita dijejali dengan belajar terus menerus, ujung-ujungnya kita bisa jadi blank. Makanya, aku rasa hiburan itu penting banget.” Maria Octavia, 18 tahun. Universitas Atma Jaya(Fakultas Pendidikan dan Bahasa, Jurusan Bimbingan Konseling)

#12 Pilih Tempat Yang Pas

Tempat dan suasana turut berpengaruh dalam proses belajar yang kita lakukan. Tentunya, hal ini berbeda untuk masing-masing orang, sehingga kita harus pintar-pintar mencari tempat yang oke dan membuat kita lebih mudah berkonsentrasi. Sebaiknya, pilih tempat yang tenang dengan pencahayaan yang pas sehingga kita bisa belajar dengan lebih nyaman.

Sesekali, enggak ada salahnya untuk belajar di luar rumah, seperti di kafe atau perpustakaan. Suasana baru ini akan membuat otak jadi segar dan siap untuk menerima materi lainnya. Terlebih jika kita tengah belajar sesuatu yang susaaaah banget dan butuh tingkat konsentrasi tinggi, tempat dan suasana baru akan membuat kita lebih konsentrasi.

Sekarang sudah tahu, deh, cara belajar efektif untuk ujian dan Ujian Nasional (UN). Dari keduabelas cara ini, mana yang paling sering kamu lakukan?